DBHCHT Ringankan Beban Petani Tembakau Pacitan, Sularno: Sekarang Kerja Lebih Mudah dan Cepat

Pacitan – Terik matahari tak menyurutkan semangat Sularno saat menjemur tembakau di halaman rumahnya di Dusun Pagutan, Desa Punung, Kecamatan Punung. Ketua II Kelompok Tani Tembakau Sumber Asih itu mengaku kini bekerja lebih ringan sejak adanya bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Alhamdulillah, sejak ada DBHCHT kami benar-benar merasakan manfaatnya. Bukan cuma bantuan alat, tapi juga pendampingan cara bertani yang lebih baik,” ujar Sularno, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, kelompoknya menerima berbagai fasilitas seperti mesin rajang tembakau, kultivator, toren air hingga kendaraan roda tiga. Bantuan tersebut dinilai mampu memangkas biaya produksi sekaligus mempercepat proses kerja.

“Dulu bersih-bersih rumput pakai cangkul, sekarang tinggal nyalakan kultivator. Hemat tenaga dan waktu,” katanya.

Selain itu, DBHCHT juga dimanfaatkan untuk pelatihan pembuatan pupuk organik dan teknik budidaya tembakau yang lebih modern.

“Sekarang pemupukan, penyemprotan sampai topping bisa tepat waktu. Hasil panen juga lebih bagus,” tambahnya.

Kelompok Tani Sumber Asih sendiri beranggotakan sekitar 160 petani aktif. Mereka berharap program DBHCHT terus berlanjut demi menjaga keberlanjutan pertanian tembakau.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah. Proses penyalurannya mudah dan transparan,” pungkas Sularno.

Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, petani juga diingatkan untuk mewaspadai peredaran rokok ilegal. Ciri-ciri rokok ilegal antara lain tidak memiliki pita cukai, pita cukai palsu atau rusak, harga jauh lebih murah dari pasaran, serta kemasan tanpa identitas pabrik yang jelas. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *