Kasus Diare Massal di Sudimoro Terungkap, Dinkes Pacitan Temukan Bakteri E. coli

PACITAN – Penyebab kasus diare massal yang menjangkiti ratusan warga di Kecamatan Sudimoro mulai terungkap. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan memastikan hasil sementara pemeriksaan laboratorium mengarah pada bakteri Escherichia coli (E. coli).

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji, mengatakan uji laboratorium menunjukkan mikroorganisme lain negatif, namun ditemukan sampel yang positif mengandung bakteri E. coli.

“Berdasarkan hasil uji laboratorium, mikroorganisme lain negatif, tetapi ada sampel yang positif E. coli,” kata Daru, Selasa (28/1).

Meski demikian, sumber pasti pencemaran bakteri tersebut masih dalam proses penelusuran. Menurut Daru, E. coli umumnya berasal dari pencemaran lingkungan karena bakteri ini hidup di usus manusia maupun hewan.

“Indikasinya mengarah ke bakteri E. coli. Karena bakteri ini umum ditemukan di usus manusia dan hewan, maka perlu ditelusuri dari mana sumber pencemarannya,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan juga menemukan bakteri E. coli pada beberapa sumber air milik warga, baik dari jaringan perpipaan maupun sumur. Namun tidak semua sampel menunjukkan hasil positif.

“Ada yang dari sumber air, ada juga dari perpipaan, tapi tidak semuanya positif. Ini yang masih kami telusuri, pencemarannya dari mana,” ungkap Daru.

Terkait jumlah pasien, Daru menjelaskan dari ratusan warga yang melaporkan keluhan, sebanyak 42 orang sempat mendapatkan perawatan medis dan seluruhnya kini telah dinyatakan sembuh.

Data ratusan warga sebelumnya merupakan laporan keluhan awal, bukan seluruhnya kasus diare yang terkonfirmasi secara medis.

“Yang 300 sekian itu adalah data keluhan, tidak semuanya diare. Ada yang mual dan gangguan pencernaan lainnya. Itu dicatat sebagai langkah antisipasi sesuai prinsip epidemiologi,” terangnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinkes Pacitan telah melakukan pengobatan terhadap pasien, penyelidikan epidemiologi untuk melacak sumber pencemaran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ke depan, Dinkes menekankan pentingnya peningkatan sanitasi lingkungan dan ketersediaan jamban layak melalui kerja sama lintas sektor.

“PHBS perlu terus ditingkatkan, terutama soal jamban layak. Ini nanti bisa dikerjasamakan dengan PUPR,” tandasnya.

Dinkes Pacitan juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala diare, mual, atau gangguan pencernaan lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *