PACITAN – Kekhawatiran muncul saat Satpol PP Pacitan mendapati rokok ilegal mulai dikonsumsi pelajar. Di warung kecil dekat sekolah atau spot nongkrong sore hari, petugas kerap melihat bungkus rokok tanpa cukai berserakan jejak bahwa remaja kini menjadi target pasar yang empuk.
“Harga murah membuat mereka cepat tertarik. Padahal mereka baru belajar tentang rokok,” ujar Kepala Satpol PP Pacitan, Ardyan Wahyudi, Jumat (7/11/2025).
Patroli pun diperketat. Petugas mendatangi tempat yang sering dipakai pelajar berkumpul, bukan sekadar menertibkan, tapi juga mengajak mereka bicara agar memahami risiko rokok ilegal.
Ribuan batang rokok ilegal telah disita dalam operasi gabungan. Namun Ardyan mengakui upaya itu belum cukup kewenangan Satpol PP terbatas, sementara penindakan pidana berada di tangan Bea Cukai dan aparat lain.
Karena itu, Satpol PP bersama Bea Cukai Madiun mulai turun ke sekolah-sekolah, memberi penyuluhan agar siswa tahu lima ciri rokok ilegal dan berani melapor jika menemukannya.
“Yang kami lindungi bukan hanya aturan, tapi masa depan anak-anak kita,” tegas Ardyan.






